Grid dengan Custom Overlay pada ArcMAP

Contoh GRID menggunakan custom overlay

Tanya: “Pak saya mau tanya, Bagaimana merubah grid pada ArcGIS sehingga yang muncul pada saat layout pada lintang bukan muncul N atau S melainkan LU atau LS dan pada bujur yg muncul bukan E tetapi BT. Terima kasih banyak.” – Mauludin Kurniawan (mauludin.kurniawan@mail.ugm.ac.id)

Jawab:

Sampai dengan versi 10.4, ArcGIS Desktop belum menyediakan pengaturan sederhana (instan) agar label grid geografis dapat diubah dari N/S menjadi LU/LS atau dari E menjadi BT. Meskipun demikian, ArcGIS memiliki fasilitas untuk mengubah label tersebut dengan membuat grid sendiri berupa data spasial (shapefile/geodatabase) menggunakan custom overlay. GRID yang digunakan adalah grid data berbentuk garis (polyline) seperti pada software MapInfo.

Untuk dapat menggunakan custom overlay sebagai grid dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1. Membuat GRID

GRID yang dibuat adalah berupa garis (polyline) dengan interval tertentu pada arah X dan Y yang disesuaikan dengan skala. Penentuan kerapatan garis harus benar-benar direncanakan disesuaikan dengan spesifikasi teknis dari peta yang biasanya dibuat. Oleh karena itu akan terdapat beberapa buah file GRID yang berbeda-beda tergantung skala, misalnya grid50k.shp untuk grid skala 1:50.000, grid25k.shp untuk grid skala peta 1:25.000 dan sebagainya.

Namun praktek yang sering saya gunakan tidak selalu mengacu kepada standar GRID yang sudah umum digunakan pada peta seperti peta Rupabumi Indonesia. Dikarenakan sangat sering membuat ukuran peta yang tidak standar (misal hanya ukuran A3 atau A4), kerapatan GRID seringkali harus menyimpang dari standar. Oleh karena itu saya menggunakan kerapatan GRID sebagai nama file misalnya grid_5m.shp untuk kerapatan grid 5 menit, grid_1m.shp untuk kerapatan grid 1 menit dan sebagainya. GRID tersebut dibuat mencakup areal yang sangat luas yang menjadi area of interest pekerjaan sehari-hari, misalnya untuk cakupan satu provinsi, sehingga dapat digunakan berulang-ulang.

GRID garis dibuat dengan tool Create Fishnet yang terdapat pada ArcToolbox. Sebagai alternatif, pengguna dapat juga menggunakan tool lain seperti Repeat Shape. Perlu diperhatikan dalam pembuatan GRID (line) bahwa koordinat origin harus tepat bersesuaian dengan sistem GRID yang ingin dihasilkan. Koordinat bulat derajat biasanya sangat layak digunakan sebagai koordinat origin fishnet.

2. Membuat label pada GRID

Label pada GRID adalah FIELD yang memiliki nilai berupa label yang akan ditampilkan. Tipe FIELD adalah teks yang dapat menggabungkan angka dan teks serta simbol lain yang diperlukan (misalnya simbol derajat menit atau detik o, ‘, “). Sebagai contoh jika suatu garis GRID ingin dilabeli dengan 115o 32’ 30” BT, maka seluruh label grid tersebut harus dapat tercantum di dalam FIELD yang melekat pada garis GRID.

Perlu dicatat bahwa GRID dibedakan dua tipe, yaitu yang vertikal dan horizontal. Garis GRID vertikal haris diberi label longitude (misalnya BT) sedangkan yang horizontal diberi label latitude (misalnya LU atau LS).

Kreativitas pengguna sangat diperlukan dalam pembuatan label GRID. Label GRID mungkin saja tidak seragam untuk seluruh garis GRID. Misalnya GRID dalam satuan derajat cukup diberi label 115o BT sedangkan GRID menit di antaranya cukup diberi label 2’, 5’, 7’ dan sebagainya tanpa ada lagi ditulis 115o dan BT.

Kemampuan pengguna untuk melakukan selection, Calculate Geometry dan Field Calculator sangat diperlukan untuk memberikan label GRID secara efektif (tidak dibahas pada artikel ini).

Pada Gambar berikut adalah contoh shapefile yang digunakan untuk GRID. Field KOORD adalah field tipe teks yang isinya dihitung dengan calculate geometry untuk menentukan posisi koordinat. Selanjutnya field LABEL adalah field tipe teks yang merupakan hasil manipulasi lebih lanjut dari field KOORD dengan menggunakan field calculator. Sintak teks seperti left atau mid digunakan untuk transfer sebagian karakter dari field KOORD ke field LABEL.

Tabel atribut GRID yang sudah diberi label
Tabel atribut GRID yang sudah diberi label

Tentu saja pengguna dapat secara bebas memberi sentuhan sendiri pada field LABEL. Bisa saja semua fitur memiliki tipe label yang seragam, tidak seperti pada gambar di atas.

3. Membuat STYLE

GRID yang sudah dibuat dan diberi label dapat digunakan sebagai custom overlay. Pada STYLE yang sudah tersedia atau style baru, buat GRID baru di dalam sub Reference System. Klik kanan pada bidang kosong di dalam reference systems, pilih New, pilih Custom Overlay sebagaimana tampak pada gamber berikut.

Penambahan style GRID pada STYLE yang sudah ada atau style baru
Penambahan style GRID pada STYLE yang sudah ada atau style baru

Tentukan shapefile (atau geodatabase) yang dibuat pada Tahap 1 sebagai sumber GRID (system) dan pilih field LABEL sebagai label field yang dibuat pada Tahap 2. Selanjutnya lakukan pengaturan Axes, Labels dan Lines sebagaimana pengaturan GRID seperti biasa.

GRID merujuk ke shapefile grid_1m dengan label menggunakan field LABEL
GRID merujuk ke shapefile grid_1m dengan label menggunakan field LABEL

KLIK OK untuk memasukan custom overlay ke dalam style. Nama GRID dapat diedit sesuai dengan kebutuhan untuk membedakan grid satu dengan lainnya.

4. Menggunakan GRID (Style)

GRID yang sudah disimpan dalam style (Langkah 3) dapat ditambahkan ke dalam layout dengan membuat dahulu ‘sembarang’ GRID. Selanjutnya pilih GRID yang sudah dibuat tersebut dan kemudian KLIK pada STYLE untuk menerapkan style yang sudah dibuat pada Langkah 3 pada GRID yang terpilih.

Menerapkan STYLE pada GRID terpilih
Menerapkan STYLE pada GRID terpilih

5. Contoh hasil GRID

Pada gambar berikut ditampilkan contoh GRID menggunakan custom overlay menggunakan label LU/LS dan BT. Label lintang/bujur hanya disematkan pada grid kelipatan 5 menit, sisanya hanya menampilkan menit (tanpa derajat dan label LU/LS atau BT).

Contoh GRID menggunakan custom overlay
Contoh GRID menggunakan custom overlay

Menggunakan custom overlay sebagai grid adalah cara yang dapat digunakan untuk mengubah label N/S menjadi LU/LS serta label E menjadi BT. Hal yang kiranya dapat diperhatikan dalam pembuatan GRID menggunakan custom overlay adalah sebagai berikut.

  • Membuat GRID menggunakan custom overlay sangat ribet. Tentu saja bagi pengguna pemula yang biasanya ingin serba instan, menggunakan custom overlay sangat menyiksa. Namun jika anda sudah lama berkecimpung dalam map publishing, saya yakin akan menemukan bahwa custom overlay akan mengasyikan. Kita memegang kontrol penuh akan label apa yang akan tampil pada GRID. Selain itu pemberian GRID akan sangat cepat.
  • GRID yang terbuat dari custom overlay tidak dibuat setiap membuat layout. Cukup sekali buat dan digunakan seterusnya sepanjang cakupan project sama, misalnya dibuat untuk satu provinsi. 
  • GRID dengan custom overlay hanya dibatasi oleh imaginasi pengguna. Untuk GRID yang kompleks dengan cita rasa seni yang tinggi dapat dibuat GRID bertingkat. Misalnya GRID dengan satuan derajat dan grid dengan satuan menit dipisahkan dalam GRID terpisah yang dapat diatur berbeda.

Have fun

SHARE

1 COMMENT

Leave a Reply