Error Editing Shapefile pada ArcMap Dikarenakan Atribut File

Command Prompt untuk mengatur atribut

Tanya: “Dear Pak Beni. Saya mengalami kendala untuk editing (tidak bisa start editing) pada shapefile. Muncul warning untuk step ini seperti pada gambar berikut. Mohon arahannya” – Alfons Patandung (apatandung@gmail.com)

Error Editing Shapefile pada ArcMap
Error Editing Shapefile pada ArcMap

Jawab:

Software ArcGIS juga tergantung kepada sistem operasi Windows. Jika sebuah data spasial tidak bisa diedit, maka ada kemungkinan file dalam status (atribut) terproteksi. Bayangkan contoh kasus si pengguna ArcMap menambahkan sebuah data spasial (shapefile) dari sebuah DVD, apakah data tersebut dapat diedit pada ArcMap? Jawabannya tentu tidak karena hampir dapat dipastikan DVD dalam mode read-only. Begitupun jika pengguna menambahkan data spasial dari folder (atau data spasial ybs) dalam kondisi read-only. Hal ini juga diperkuat oleh pesan error yang tampil terkait permission.

Pengguna perlu mengganti atribut read only pada OS Windows. Untuk membuka atribut read-only dari sebuah folder/file dapat dilakukan langkah-langkah berikut.

1.  Tentukan folder target

Folder target adalah folder induk yang memadahi file yang error diedit. Semisal dalam kasus bapak dapat dipilih foder x1data yang terdapat di HD C. Tentu saja, pengguna dapat saja memilih folder induk mama (pada level berapa) dipilih sebagai folder target.

2. Buka properti dari folder target

Lakukan Klik-Kanan di atas folder terpilih. Selanjutnya pilih Properties. Pengguna juga menggunakan menu-menu yang terdapat pada jendela Windows Explorer untuk mengakses properti dari folder. Terdapat beberapa TAB seperti GeneralSharing, dsb.

3. Lepaskan atribut Read-Only

Sangat dimungkinkan bahwa status dari folder adalah read-only (seperti tampak pada gambar di bawah). Pengguna dapat melepaskan atribut Read-Only dengan melakukan KLIK di atas atribut Read-Only (lihat gambar) hingga kotak tersebut menjadi tidak aktif (tidak terpilih).

Atribut Read Only
Atribut Read Only

4. Klik OK

KLIK pada OK untuk konfirmasi pengubahan atribut dari Read-Only.

5. Pilih semua folder/file

Pengguna akan disodorkan apakah akan melepaskan read-only untuk seluruh sub-folder/file yang ada di dalmnya. Pilihlah Apply changes to this folder, sub-folder and files. Pilihan ini akan membuka semua atribut read-only dari folder terpilih. Jika pilihan ini tidak dilakukan maka pengubahan atribut read-only hanya diterapkan pada folder terpilih saja.

CATATAN:

Bagi pengguna yang sudah mahir mungkin cara ini tidak mengasyikan. Anda dapat menggunakan command line di command prompt windows, sintak yang dapat digunakan misalnya setelah masuk ke folder yang dipilih dapat dimasukan perintah attrib -r /S /D *.* atau sesuai selera.

Command Prompt untuk mengatur atribut
Command Prompt untuk mengatur atribut

Have fun

SHARE

Leave a Reply