Mengapa perlu datum?

Apa itu datum dan mengapa perlu datum dalam pemetaan? Jawaban dari pertanyaan tersebut terkadang sulit untuk dijelaskan mengingat definisi dan terapan datum lebih banyak ke pemodelan teknis yang tidak semua orang akan mudah mengerti. Kalau sy ditanya oleh orang biasa terkait datum maka saya seringkali mencontohkan dengan analogi yang sederhana seperti berikut.

Dua tiang listrik yang tegak lurus sempurna jika diukur pada posisi yang berbeda akan menghasilkan jarak yang berbeda. Sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut.

Berapa jarak A – B?

Pada gambar di atas tampak bahwa pengukuran jarak dengan metode yang berbeda-beda (a – e) akan menghasilkan jarak yang berbeda-beda. Sesungguhnya jarak A – B akan memiliki kemungkinan posisi pengukuran yang tak terhingga, tidak cuma 5 saja. Posisi tiang listrik A dan B tidak sejajar sempurna disebabkan karena lengkung bumi. Kedua tiang listrik memiliki posisi tegak lurus terhadap rata-rata air menyebabkan posisi kedua tiang listrik tidak sejajar satu sama lain.

Seluruh hasil kemungkinan jarak A-B adalah benar. Karena tidak ada satu kebenaran yang absolut, maka perlu standardisasi untuk menyeragamkan pengukuran. Pada bagian mana jarak A-B diukur dan metode pengukuran apakah lurus sempurna atau mengikuti lengkung bumi? Standardisasi tersebut penting sebagai penengah banyak kemungkinan hasil pengukuran yang seluruhnya benar.

Standard tersebut lah DATUM

Leave a Reply