Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , , , , Strategi perancangan WebGIS dan IntranetGIS

Strategi perancangan WebGIS dan IntranetGIS

| 2 Comments

Sudah menjadi trend umum para praktisi GIS bahwa 'ujung' dari tugas-tugas GIS di kantor adalah WebGIS. Adalah sebuah prestise bagi praktisi ataupun lembaga tempat anda berada untuk memiliki WebGIS.

Apa itu WebGIS? Saya rasa semua sudah paham. Keren bukan? Bayangkan lembaga tempat anda bekerja memiliki webGIS seperti itu. Khalayak dapat explore data spasial yang dimiliki oleh lembaga anda. Dampak positive nya tentu siapa pun yang mengakses dapat memperoleh manfaat dari adanya WebGIS tersebut. Ya contoh yg paling mudah adalah GoogleMap, atau untuk bidang kehutanan seperti ini
http://webgis.dephut.go.id/ditplanjs/index.html

Namun, saya ingin mengajak rekan-rekan untuk berpikir dahulu sebelum mengalokasikan sumberdaya untuk membangun webgis. Pertama, apakah itu perlu untuk Lembaga anda dan sesuai dengan tupoksinya? Kedua, apakah tidak lebih baik membangun Intranet/LAN GIS terlebih dahulu daripada WebGIS?

Intranet GIS yang saya maksud adalah suatu sistem terpusat berbasis LAN dimana alur data dan informasi spasial di dalam lembaga (katakan lah kantor) tempat anda berada dapat memberikan manfaat bagi pengambilan keputusan di dalam kantor anda sendiri. Berikut contoh kasus jika Intranet GIS sudah terbangun dengan baik.

  • Teknisi di bidang lain tidak perlu bawa USB untuk menyalin shapefile dari PC anda, atau sebaliknya
  • Anda tidak pusing lagi dengan update data, karena setiap orang yg pergi ke lapangan dapat update data sendiri dari komputer masing2 ke server, otomatis data di server kantor sudah terupdate.
  • Teknisi non GIS tidak perlu lagi harus minta dibuatkan peta, apalagi peta yg tdk perlu legalitas misal untuk referensi pergi ke lapangan. Mereka bisa browse intranet ke server di kantor, zoom ke AOI yang dituju, dan print peta sendiri
  • Pekerjaan GIS tidak tergantung kepada orang. Anda membuat project A, saat anda harus izin, maka orang lain dapat meneruskan project anda dari komputernya sendiri, dengan cukup konek ke server LAN kantor.
  • Saat rapat, tidak perlu bawa-bawa laptop GIS ke ruang rapat. Biasanya karena takut project broken (data acakadul), laptop atau bahkan PC untuk GIS digotong ke ruangan rapat, plus beberapa HD external. Buka saja laptop khusus presentasi, buka web browser dan akses server GIS di LAN (WebGIS tapi berbasis LAN).

Semua terlihat memudahkan tetapi membangunnya tentu tidak gampang.

Jadi, pertanyaannya sebelum kantor anda membangun WebGIS adalah, Sudah kah Intranet GIS terbangun dan memberikan manfaat bagi pengambilan keputusan di kantor anda? Untuk apa membangun WebGIS yang akan memberikan manfaat bagi khalayak, jika kantor anda sendiri tidak mendapatkan manfaat dari GIS?

Untuk membangun Intranet GIS mungkin contohnya dapat dilakukan sebagai berikut.

  • Sediakan server data, server web GIS, Server jaringan. Server2 tsb tentu dapat hanya 1 server fisik atau lebih tergantung seberapa penting Intranet GIS bagi kantor anda. Jangan lupa juga server dibuat untuk hidup 1 x 24 jam, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Jangan matikan server saat orang di ujung sana mungkin sedang mengaksesnya.
  • Jaringan tingkatkan ke kecepatan tinggi. Kalau perlu fiber optik ya buat. Kalau cukup 1 Gbps ya sudah. Prinsipnya ada uang ada barang.
  • Set semua data dan project di server data. Di komputer manapun anda bekerja tidak masalah asal bisa konek ke server.
  • Bangun WebGIS untuk LAN. Jika punya ArcGIS server ya pasang, tidak punya dapat gunakan QGIS server, MapServer atau yg lainnya. WebGIS berbasis LAN dapat menyediakan services yang digunakan oleh komputer di dalam jaringan.


Menurut saya jika Intranet GIS terbangun dengan baik, maka WebGIS akan lebih mudah dikembangkan. Tentu kita paham bahwa membangun itu mudah, yg sulit itu memelihara. Begitupun dengan WebGIS. Jika sudah dibuat selanjutnya untuk memelihara (update, dsb) perlu bahan. Bahan2 tersebut tentu dapat dengan mudah diperoleh dari Intranet GIS.

Namun tentu bagi lembaga yg memang fokusnya adalah diseminasi data dan pelayanan, WebGIS adalah suatu keharusan dan mungkin diprioritaskan untuk dibangun terlebih dahulu daripada Intranet GIS.

Jadi, Web GIS itu perlu untuk lembaga yang memang diamanatkan untuk diseminasi data secara online. Namun saya yakin pada sebagian besar kantor, justru yang lebih diperlukan adalah Intranet GIS, bukan WebGIS.