Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , , Estimasi Volume dengan Mapalgebra pada ArcGIS

Estimasi Volume dengan Mapalgebra pada ArcGIS

| 3 Comments

Menghitung volume dengan perangkat lunak ArcGIS dapat dilakukan dengan menggunakan tool Surface Volume, polygon volume, cut fill, dan mapalgebra. Untuk kasus data raster (misalnya DEM), penulis lebih banyak menggunakan MapAlgera (raster calculator) untuk menghitung volume dikarenakan lebih dapat dikostumisasi. Tulisan ini memuat contoh menghitung volume dengan contoh kasus menghitung volume air yang dapat ditampung oleh rencana bendungan. Contoh kasus adalah (yang katanya) rencana Bendungan Sungai Kusan, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah data SRTM dengan perangkat lunak ArcGIS/ArcView.

1. Identifikasi Areal Genangan dengan Garis Kontur

Dalam toolbar 3D Analyst terdapat tool untuk menentukan garis sama tinggi, yaitu Create Contour. Aktifkan tool tersebut dan Klik pada suatu tempat di outlet yang kira-kira mewakili ketinggian bendungan. Ini dilakukan dengan trial-and-error. Kita bisa mulai dari titik yang berada dekat titik outlet dan terus naik ke arah bukit. Sampai disuatu titik yang menghasilkan garis sama tinggi maksimal yang tidak 'bocor', maka kegiatan ini dihentikan.


Gambar 1. Hasil identifikasi areal genangan

Catatan: penentuan garis genangan sebenarnya tidak sesederhana seperti ini. Banyak faktor yg harus diperhatikan seperti spesifikasi bendungan, maksimal lebar bendungan, keberadaan daerah yang tidak boleh digenangi, dsb. Oleh karena itu pengetahuan teknik sipil bendungan sangat diperlukan.

2. Identifikasi Nilai Ketinggian Pada Titik Tinggi 

Klik-kanan > properties pada properti garis terdapat nilai ketinggian dari garis yang bersangkutan. Sebagai contoh pada gambar di bawah ini ketinggian garis kontur adalah 193 meter.

Gambar 2. Elevasi garis kontur

3. Buat Simulasi Genangan

Simulasi genangan dapat dilakukan dengan membuat grid baru dengan nilai elevasi 193. Jalankan Map tool Algebra > Raster Calculator. Buat persamaan apa saja asal hasilnya adalah grid dengan nilai 193. Contohnya adalah seperti di bawah ini.

Gambar 3. Membuat layer grid dengan nilai elevasi 193

4. Buat Grid Kedalaman Genangan

Kedalaman genangan adalah tinggi genangan (tahap 3) dikurangi dengan terrain atau DEM. Untuk melakukan hal tersebut digunakan raster calculator dengan fungsi yang tampak pada gambar di bawah ini.

Gambar 4. Ekspresi formula pada Raster Calculator untuk menghitung tinggi genangan

Formula pada gambar di atas menunjukan bahwa jika nilai grid genangan (tahap 3) lebih besar dari grid elevasi (srtm4), makal dilakukan operasi pengurangan, jika tidak sedemikian maka diberi NULL (no data). Hasilnya adalah seperti di bawah ini.

Gambar 5. Grid kedalaman (rencana) bendungan

5. Memotong Grid Kedalaman dengan Rencana Bendungan

Pada gambar tahap 4 di atas terlihat bahwa grid kedalaman mencakup seluruh areal sesuai extent dari grid input. Untuk itu perlu dilakukan operasi CLIP untuk memotong grid kedalaman hanya pada rencana bendungan.

Gambar 6. Clip raster dengan tool Extract by Mask untuk memotong grid kedalaman

6. Menghitung Volume

Penghitungan volume dilakukan dengan membuka table dari grid kedalaman (tahap 5). Seperti tampak pada gambar di bawah bahwa tabel atribut memiliki field VALUE (kedalaman) dan COUNT (jumlah sel).

Gambar 7. Formula Perhitungan Volume Genangan

Penghitungan volume dapat dilakukan dengan membuka table attribut dengan perangkat lunak spreadsheet (excel ,dsb) atau langsung menambahkan field baru pada tabel. Selanjutnya lakukan penghitungan volume pada setiap nilai value (row) sebagai perkalian antara VALUE, COUNT dan LUAS SELL. Volume total adalah penjumlahan dari setiap volume setiap value (row). Luas sell adalah resolusi dari layer grid Genangan. Semisal resolusinya adalah 30m, maka luas sel adalah 900 m2.

Menghitung volume pada ArcGIS dapat dilakukan dengan mapalgebra (raster calculator). Meskipun tool ini tidak secara spesifik ditujukan untuk menghitung volume, tetapi penulis lebih menyukai tool ini.

/have fun.