Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , , , Membuat Trayek Ukur dengan ArcGIS dan MS Excel

Membuat Trayek Ukur dengan ArcGIS dan MS Excel

| No comment

Trayek ukur adalah rute yang dibuat dalam segmen-segmen pengukuran yang biasanya dilakukan dengan menggunakan alat ukur terestris seperti kompas/tali, To atau TS. Dalam pengukuran mikro yang menuntuk akurasi tinggi, seperti pengukuran bidang lahan, alat ukur terestris lebih baik digunakan daripada GPS. Berikut adalah contoh bagaimana ArcGIS dan MS Excel bisa digunakan untuk membuat Trayek Ukur tersebut.

1. Buat project di ArcGIS 

Set dalam sistem proyeksi planar, misalnya UTM

2. Buat POLYLINE trayek 

Trayek berupa garis (polyline) baik yang berasal dari polygon atau memang sudah berupa polyline seperti contoh berikut


3. Konversi Polyline ke Point

Polyline tersebut di atas memiliki informasi koordinat pada START, VERTICES, dan ENDS sehingga hanya ada 4 (empat) buah informasi koordinat. Kita perlu prosedur konversi POLYLINE menjadi POINT dalam segmen misalnya setiap 500m. Pengguna dapat menggunakan Xtools Pro, ET Geowizard, maupun tool Construct Points

4. Jalankan Konversi Polyline ke Points

Klik pada menu Xtools Pro > Feature conversions > Convert features to points


5. Pilih Input, Output

Dialog konversi pada XTools Pro diatur sedemikian sesuai dengan interval jarak yang diperlukan sebagaimana pada gambar berikut.

Sebagai contoh dipilih mode Equidistant Points (fixed interval)



Klik OK

6. Berikut adalah contoh hasil konversi



Catatan: Sebagai alternatif dapat digunakan tool bawaan ArcGIS Desktop yaitu CONSTRUCT POINTS dengan dialog seperti pada gambar berikut.



7. Lakukan Supervisi

Cek pada setiap BELOKAN. Kalau perlu point bisa digeser/hapus menyesuaikan dengan BELOKAN tersebut. Cek juga pada bagian END.


8. Cek Tabel

Buka tabel dari POINT. Ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu memberikan nomor urut dan XY seperti berikut




Field [ID] dibuat dengan mendasarkan kepada field [FID]. Jika sudah menghapus beberapa point, maka field ini harus dihitung ulang

Field [X,Y] dihitung dengan Xtools atau operasi table biasa

9. Eksport Tabel ke MS Excel 

Ekspor tabel dapat dilakukan dengan langsung membuka file DBF (shapefile) atau ekspor dari jendela tabel pada ArcMap

10. Tambahkan Kolom TRAYEK

Di MS Excel, tambahkan kolom trayek. Perhatikan formula yang digunakan sebagaimana tampak pada gambar berikut.


11. Tambahkan Kolom Jarak

Hitung jarak setiap taryek dengan formula Phytagoras seperti pada kolom formula (fx).


12. Menambahkan Kolom Azimuth (derajat)

Menghitung azimuth dilakukan dengan menggunakan formula sederhana arctan dx/dy, namun dalam penulisannya cukup kompleks


13. Tambahkan kolom Derajat, Menit dan Detik (jika diperlukan)

Terkadang diperlukan juga satuan sudut dalam Derajat-Menit-Detik (DMS). Kolom Az pada gambar di atas adalah dalam Decimal Degree (DD) sehingga perlu dilakukan penghitungan/konversi dari DD ke DMS.


14. Tambahkan Kolom Tambahan (Opsional)

Informasi lain dapat ditambahkan agar melekat ke database seperti kolom/field Keterangan dan sebagainya.

15. Print Trayek 

Trayek dapat digunakan untuk pengukuran traverse di lapangan

/have fun