$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

Apa yang Dapat Dilakukan pada Data Hotspot?

Musim kemarau tiba, hatiku gundah kelana. Itu lah kira-kira suasana kebatinan dari setiap RSGISer pada lembaga-lembaga terkait dengan keb...


Musim kemarau tiba, hatiku gundah kelana. Itu lah kira-kira suasana kebatinan dari setiap RSGISer pada lembaga-lembaga terkait dengan kebakaran lahan. Sudah terbayang harus mengolah data-data hotspot (titik panas/api) yang cukup intens. Tidak saja volume data yang meningkat tetapi juga waktu pengerjaan yang harus singkat.  Data hotspot yang sering digunakan sekarang diturunkan dari citra satelit dengan resolusi temporal sangat tinggi (1-2 pengamatan per hari).

Sekedar review, saya buat tulisan ini untuk menyegarkan kembali rekan-rekan tentang metode-metode apa yang dapat dilakukan pada data hotspot tersebut.

1. Rekap Jumlah

Rekap jumlah data hotspot adalah metode yang paling konvensional. Jumlah hotpost pada hari ini (atau periode waktu tertentu) tinggal di-clip oleh batas-batas interest. Hasilnya adalah jumlah hotspot per kabupaten atau per kecamatan.

Gambar 1. Rekap Jumlah Hotspot


Kelebihan metode ini adalah sederhana dan mudah. Bahkan seringkali pengguna tidak perlu melakukan analisis apa pun, cukup menerima data dari provider data hotspot (misal Sipongi KemenLHK) yang sudah memiliki data administrasi Kabupaten, Kecamatan bahkan Desa. Tidak diperlukan kemampuan mengoperasikan software GIS. Bagi pengambil keputusan yang tidak memiliki orientasi spasial, metode ini pun cukup nyaman digunakan. Kekurangan dari pendekatan ini adalah tidak menunjukan secara eksplisit apakah suatu entitas administrasi lebih "gawat" dibandingkan dengan entitas lain. Selain itu juga tidak menunjukan lokus spasial yang spesifik yang dapat digunakan untuk operasional penanggulangan kebakaran lahan.

2. Plotting

Metode ini selangkah lebih maju dibandingkan metode pertama. Setiap hotspot pada periode waktu tertentu (harian, mingguan, bulanan atau tahunan) diplot dan di overlay dengan data spasial lainnya. Posisi data hotspot dalam koordinat X, Y diplot ke dalam posisi geografis.

Kelebihan cara ini adalah lokus spasial sudah dapat digunakan untuk operasional penanggulangan kebakaran lahan, meskipun dengan kehatian-hatian dengan mempertimbangkan resolusi citra yang digunakan yang dapat mencapai 1 km. Kekurangan cara ini adalah diperlukan operator GIS yang dapat melakukan plotting data hotspot. Lebih utama lagi jika dapat plotting secepat kilat, baik dengan pc atau perangkat mobile untuk plot data harian. Untuk respon emergensi, metoda ini yang paling sesuai. Namun untuk jangka panjang, hasil yang diperoleh tidak lebih dari gerombolan titik yang tidak dapat diinterpretasi secara langsung.

3. Heatmap/Density

Metode ini sudah menambahkan sentuhan analisis pada hotspot. Gerombolan titik hotspot diturunkan menjadi sesuatu yang dapat ditangkap lebih mudah, khususnya bagi pengambil keputusan yang tidak terlalu berorientasi spasial. Dengan heatmap, dapat ditentukan area mana yang lebih gawat dibandingkan dengan yang lain yang pada akhirnya dapat ditentukan area prioritas penangananan. Tentu saja rentang waktu yang digunakan dalam metode heatmap biasanya relatif lebar, misalnya untuk waktu bulanan atau tahunan. Banyak terdapat metode pembuatan heatmap dengan contoh adalah seperti pada tulisan INI.

Gambar 2. Metode Pembuatan Heatmap

4. Heatmap + Temporal
Jika metode heatmap hanya menunjukan pada satu segmen waktu saja, maka metode berikutnya adalah menambah bumbu temporal untuk melihat atau menguji beberapa premis seperti
  • Apakah tingkat heatmap pada suatu bulan/tahun memiliki korelasi dengan heatmap pada bulan/tahun berikutnya?
  • Dalam rentang periode tahun, apakah heatmap memiliki pola pergeseran/pergerakan yang dapat dikorelasikan dengan faktor-faktor penentu, misalnya arah dan kecepatan angin, sosek, geomorphologi, dsb?
Tulisan ini tidak menyarankan untuk selalu menggunakan metode paling canggih. Metode mana yang diambil hendaknya disesuaikan dengan tujuan. Jika si Bos minta rekap jumlah hotpspot per kabupaten, jangan berikan peta heatmap.

/have fun

COMMENTS

Nama

Data,51,Geospasial,65,GIS,67,Pustaka,19,RS,19,Software,30,Tutorial,64,
ltr
item
RSGIS INDONESIA: Apa yang Dapat Dilakukan pada Data Hotspot?
Apa yang Dapat Dilakukan pada Data Hotspot?
https://3.bp.blogspot.com/-63mWuC-UxpI/XIzuOUbQunI/AAAAAAABwFw/58JXDkxi0FErWAnJb24lpWMgrzTSf35kQCEwYBhgL/s640/analisis-data-hotspot-01.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-63mWuC-UxpI/XIzuOUbQunI/AAAAAAABwFw/58JXDkxi0FErWAnJb24lpWMgrzTSf35kQCEwYBhgL/s72-c/analisis-data-hotspot-01.jpg
RSGIS INDONESIA
https://www.rsgis.info/2016/03/apa-yang-dapat-dilakukan-pada-data.html
https://www.rsgis.info/
https://www.rsgis.info/
https://www.rsgis.info/2016/03/apa-yang-dapat-dilakukan-pada-data.html
true
3008467515520484700
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy