Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , , Pentingnya Ekstensi File Data Raster pada ArcMap

Pentingnya Ekstensi File Data Raster pada ArcMap

| No comment

Bagi sebagian besar pengguna ArcGIS Desktop, mungkin sering jengkel karena ArcGIS menyimpan file raster hasil analisis dalam format GRID. Untuk analisis sederhana memang tidak terlalu terasa, atau pengguna sudah sangat mahir dalam mengelola data dengan ArcCatalog atau dengan format data GDB. File-file raster dapat dengan mudah dikelola. Terlebih jika pengguna sangat mahir dengan ModelBuilder yang terserah di mana saja menyimpan data sementara dan dengan sekali-dua Klik sudah bersih.

Untuk mencegah ArcMap menghasilkan file raster dalam format GRID pada sistem folder windows (bukan pada geodatabase), tambahkan ekstensi data raster di belakang nama data raster output. Misalnya untuk format GEOTIFF dengan ekstensi .tif,  untuk format Imagine dengan ekstensi .img, dan sebagainya.

Gambar 1. Salah satu contoh tool dalam ArcMap tanpa dan dengan ekstensi TIF

Pada gambar di atas tampak salah satu contoh tool yang memiliki file output tanpa ekstensi dan dengan ekstensi. Ekstensi pada tool tersebut diisi (diketik) manual oleh pengguna. Jika tanpa ekstensi, maka format yang dipilih otomatis GRID.

Perbedaan dengan mengisi ekstensi file dengan tidak mengisi ekstensi file dapat dilihat pada struktur folder dan file seperti pada gambar berikut.

Gambar 2. Perbedaan sistem file dan folder akibat penggunaan ekstensi data raster

Dapat dilihat pada gambar di atas, file raster yang dihasilkan tanpa menambah ekstensi TIF akan cukup sulit dikenali dan dipahami. Jika lebih dari satu data pada satu folder maka akan cukup membingungkan untuk menghapus/menyalin hanya salah satu data raster saja (tanpa ArcCatalog). Pada gambar kedua, akan cukup terlihat dengan mudah satu set file TIF dan TFW yang dapat dengan mudah dikelola pada Windows Explorer.

/semoga bermanfaat