Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Blog Archive

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , Penggunaan SIG untuk Menghitung Dimensi Lumpur Panas di Porong [Paper]

Penggunaan SIG untuk Menghitung Dimensi Lumpur Panas di Porong [Paper]

| No comment


Abstract

The hot mud extrusion in Porong, Sidoarjo since May 29, 2006 has impacted many aspects including social, culture, economy and transportation. Several weeks later, a collaborative team was formed to investigate the factors controlling the hot mud extrusions. One important aspect is concerning the mud dimensions such as its perimeter, area, volume and discharge. Bakosurtanal was assigned to carry out this task. Field surveys to acquire the mud heights were conducted twice within one month interval. Geographic Information System (GIS) using 3 dimentional approach was employed to compute the mud dimesions. One of the results show that the mud discharge is about 50.000 m3/day. This value was later commonly used to refer the magnitude of the hot mud.

Abstrak

Ekstrusi lumpur panas di Porong, Sidoarjo sejak 29 Mei 2006 telah berdampak pada banyak aspek termasuk sosial, budaya, ekonomi dan transportasi. Beberapa minggu kemudian, tim kolaboratif dibentuk untuk menyelidiki faktor-faktor yang mengendalikan ekstrusi lumpur panas. Salah satu aspek penting adalah menyangkut dimensi lumpur seperti perimeter, luas, volume dan debitnya. Bakosurtanal ditugaskan untuk melakukan tugas ini. Survei lapangan untuk mendapatkan ketinggian lumpur dilakukan dua kali dalam interval satu bulan. Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan 3 pendekatan dimensi yang digunakan untuk menghitung reduksi lumpur. Salah satu hasil menunjukkan bahwa debit lumpur sekitar 50.000 m3 / hari. Nilai ini kemudian umum digunakan untuk merujuk besarnya lumpur panas


DOWLOAD PAPER