Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Blog Archive

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , Global Forest Change Hansen et al.

Global Forest Change Hansen et al.

| No comment


Kelompok ilmuan geoscience dari University of Maryland yang dimotori oleh Matthew C. Hansen telah melakukan studi perubahan penutupan hutan secara global dengan menggunakan dataset Landsat 8 OLI. Dataset yang dihasilkan dapat didownload dalam bentuk citra hasil klasifikasi yang tersedia untuk seluruh dunia. Pemrosesan data yang sangat besar dan berat dilakukan dengan menggunakan server google melalui Earthengine.

Deskripsi dari studi dapat dilihat langsung pada website EarthEngine pada link
https://earthenginepartners.appspot.com/science-2013-global-forest/download_v1.6.html

Studi tersebut merupakan pengembangan dari paper yang ditulis oleh author yang sama dengan judul High-Resolution Global Maps of 21st-Century Forest Cover Change yang diterbitkan oleh journal Science yang dapat diakses secara terbuka pada https://science.sciencemag.org/content/342/6160/850

Petunjuk download tersedia pada laman tersebut yang sudah terbagi dalam lembar-lembar peta. Pengguna hanya perlu melakukan KLIK pada lembar yang diperlukan maka list file-file yang dapat didownload akan langsung tampil pada bagian bawah peta seperti pada Gambar berikut.


Dalam satu grid terdapat 6 (enam) buah dataset format TIF yang dapat didownload dengan total ukuran sekitar 5GB.

Berdasarkan sebuah kajian lain dari FORCLIME (September 2017), studi Global Forest Change dari Hansen et al. tersebut menghasilkan estimasi berlebihan (over estimati) terhadap deforestasi di Indonesia. Oleh sebab itu maka penggunaan dari dataset Hansen et al harus dilakukan secara proporsional. Lihat studi forclime.