Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / , , Aplikasi Simoba Untuk Prediksi Genangan Banjir Dalam Penilaian Rencana Tata Ruang Wilayah [PAPER]

Aplikasi Simoba Untuk Prediksi Genangan Banjir Dalam Penilaian Rencana Tata Ruang Wilayah [PAPER]

| No comment


ABSTRAK
Banjir dan masalah lingkungan yang terus melanda Kabupaten Ponorogo khususnya, disebabkan oleh semakin berkurangnya kawasan resapan air (alih fungsi lahan) dan semakin rusaknya hutan dan kawasan konservasi di wilayah hulu misalnya pada kawasan hutan di Gunung Wilis dan Gunung Sigogor serta sekitarnya (Rahadi B dkk, 2009). Perlu dilakukan usaha prediksi banjir sejak dini sebagai usaha pengendalian bencana banjir. Melalui bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG) dapat dilakukan prediksi tentang bencana berdasarkan data cuaca atau iklim (prognosa) khususnya prognosa potensi genangan banjir yang terjadi. Sistem Informasi dan Model Pengelolaan Banjir (SIMOBA) merupakan salah satu software SIG yang dapat memprediksi genangan banjir. Alat-alat yang digunakan berupa PC (Personal Computer) sebagai hardware pengolah input data dengan didukung software ArcView 3.3 ESRI, MapObject, Microsoft Visual Basic 6.0, SIMOBA sebagai software pemodelan hidrologi. Data-data input yang dibutuhkan berupa peta kontur wilayah sekitar DAS Tempuran, peta batas DAS Tempuran, peta jaringan sungai dan data curah hujan harian selama 10 tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial dari genangan (limpasan) banjir yang terbentuk pada DAS Tempuran pada kondisi tata guna lahan aktual dan kondisi tata guna lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah pada tahun 2008-2028. Masing-masing juga dibandingkan luas genangan pada periode ulang 10, 25, 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan hasil simulasi didapatkan luas genangan dan kedalaman genangan periode ulang yaitu pada periode 10 tahun luas genangan 1904,406 ha dengan kedalaman 5,43 m, pada periode 25 tahun luas genangan 2203,068 ha dan kedalaman 6,22 m, pada periode 50 tahun 2530,425 ha dan kedalaman 6,62 m
Kata Kunci: Genangan banjir; KLHS; Model; Prognosa;


ABSTRACT
Flood and environmental problems at Ponorogo regency, might be caused by the decrease of water infiltration area and the destruction of forests and conservation areas upstream area, like at Mount Wilis and Mount Sigogor and its surrounding areas. It is to conduct flood predictions as flood disaster control effort. Geographical Information Systems (GIS) can be used to predictions about disaster based on weather or climate data (prognosis), especially the prognosis potential of flooded areas that occurred. Information Systems and Flood Management Model (SIMOBA) is one GIS software that can predict flooded areas early. Tools that used are PC (Personal Computer) as hardware processor input data with a supported software ESRI ArcView 3.3, MapObject, Microsoft Visual Basic 6.0, SIMOBA as hydrologic modeling software. The data requirement were digital maps of contour, boundary, and river network of Tempuran watershed and data of daily rain during 10 latest year. Method that used in this research is spatial analysis from flooded areas (run off) of Tempuran’s landuse actual condition and landuse condition based on Ponorogo spatial plan of 2008-2028. Each of them was also compared the spread of flooded areas in repeats periode of 10, 25, 50 years. Research result were show that The actual floodplain area and flood depth were 1904,406 hectares with 5,43 metres deep, 2203,425 hectares with 6,22 metres deep, and 2530,425 hectares with 6,62 metres deep for 10, 25, and 50 year repeated period, respectively.

Keywords: Floodplains; Study of Strategic Environment; Model; Prognosis