Pages

Blog remote sensing, penginderaan jauh, rsgis, gis, sig, arcgis, qgis, geographic information system, data spasial, geospasial Indonesia

About

Gambar tema oleh mariusFM77. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

RECENT$type=list-tab$date=0$au=0$c=4

REPLIES$type=list-tab$com=0$c=4$src=recent-comments

RANDOM$type=list-tab$date=0$au=0$c=4$src=random-posts

Search

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Footer Logo

Footer Logo

$type=ticker$count=10$cols=4$cate=0

LATEST POSTS$type=blogging$count=13$page=true$va=0

You are here: Home / gvSIG Desktop, Perangat Lunak OpenSource Rasa ArcView 3.x

gvSIG Desktop, Perangat Lunak OpenSource Rasa ArcView 3.x

| No comment
gvSIG merupakan salah satu perangkat lunak open source geospasial yang merupakan bagian dari  Open Source Geospatial Foundation (OSGeo), sama halnya dengan QGIS, GRASS, Marble dan sebagainya. Perangkat lunak gvSIG yang mulai dikembangkan pada tahun 2004 sekarang telah mendukung instalasi ataupun portable pada sistem operasi Window, Linux, dan MacOS.

Untuk mencoba perangkat lunak gvSIG Desktop, pengguna dapat melakukan pengunduhan file installer di website resmi dengan alamat http://www.gvsig.com/en/products/gvsig-desktop/downloads. Versi yang tersedia saat tulisan ini dibuat adalah versi 2.5 (SVN 2.5.0.2930). Bagi pengguna yang tidak ingin melakukan install, gvSIG Desktop dapat juga diunduh dalam versi portable sehingga tidak diperlukan instalasi.

Laman Download gvSIG

File installer yang didownload dapat diinstal sesuai dengan sistem operasi yang dijalankan. Beberapa tampilan antar muka gvSIG Desktop yang penulis install seperti berikut.

Instalasi gvSIG

Flash Screen gvSIG

GUI gvSIG

Berikut review subyektif penulis terhadap gvSIG:

Pros:

1. GUI yang intuitif dan tidak revolusioner sehingga memudahkan pengguna baru, khususnya yang sebelumnya pengguna ArcView 3x
2. Memiliki versi Mobile untuk android (gvSIG Mobile) yang dapat dicari di Google Play
3. Fungsi CAD yang sangat baik dengan OpenCadTools
4. Memiliki beberapa tool analisis citra satelit
5. Modeler visual dan sextante dalam Toolbox. Yup, sextante yang dulu pernah digunakan di QGIS 

Cons:

1. Pengembangan relatif lambat, komunitas kecil
2. Interface dan pengaturan simbol yang relatif usang (namun akan menjadi kelebihan bagi pengguna setia ArcView 3x)

Bagi penulis sendiri, gvSIG belum dapat penulis andalkan sebagai Desktop GIS karena lebih memilih QGIS yang dapat dengan mudah digunakan untuk menjalankan tool/script GRASS atau SAGA. Tetapi tentu ini sangat subyektif, karena pengguna lain mungkin lebih mengedepankan tampilan dan dukungan operasional CAD yang lebih baik di gvSIG.

/Have fun.